Home Kabar Ratusan TNI, ASN dan Persit Chandra Kirana Kodim 0813 Terima Bintal dan...

Ratusan TNI, ASN dan Persit Chandra Kirana Kodim 0813 Terima Bintal dan Luhkum dari Kodam V Brawijaya

426
0
Bintal Luhkum di kodim 0813 Bojongeoro

BOJONEGORO, wiraswara.com – Ratusan Anggota TNI, ASN dan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro menerima pembekalan materi Pembinaan Mental (Bintal) dan Penyuluhan Hukum (Luhkum) dari Kodam V/Brawijaya, Senin (11/9/2017).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ahmad Yani Makodim 0813 Bojonegoro ini dihadiri Dandim 0813 Letkol Inf M. Herry  Subagyo, Waka Bintal Dam V/Brawijaya Letkol Inf R. Wisnu Wardhana, Kasdim 0813 Mayor Inf Widodo, dari Penyuluhan Hukum Dam V/Brawijaya Kapten Cpm Yudha dan Ketua Persit KCK beserta Pengurus.

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo menyampaikan bahwa setiap anggota TNI, ASN, dan Persit KCK Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro harus mentaati hukum yang berlaku di Indonesia. Tentunya harus memahami dulu dasar-dasar hukum yang ada, sehingga setiap Prajurit, ASN dan Persit memiliki batasan dalam bertindak secara proporsional dan profesional guna mendukung tugas pokok TNI.

“Maksud dari penyuluhan Hukum ini untuk memberikan pemahaman bagi setiap Prajurit, Persit dan PNS dalam meningkatkan disiplin. Sebagai bekal dalam mendukung dan menjalankan pelaksanaan tugas sehari-hari, agar terhindar dari hukuman disiplin maupun hukuman pidana,” ungkapnya.

Sementara itu Waka Bintal Dam V/Brawijaya Letkol Inf Wisnu Wardhana  dalam sambutannya mengatakan bahwa sejarah bangsa Indonesia berawal dari kehidupan animisme dan dinamisme. Lambat laun beralih ideologi, yang berorientasi pada ajaran Hindu-Budha lalu masa kesultanan Islam dengan ideologi yang berdasar pada akidah agama Islam.

“Di masa penjajahan, dengan ideologi kolonialismenya. dan terakhir ketika negeri ini sudah bernama Indonesia, dengan ideologi Pancasila,” terangnya.

Lebih lanjut Letkol Inf R. Wisnu Wardhana menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat yang hidup dalam setiap fase ideologi tersebut, menganggap bahwa apa yang ia yakini adalah yang paling benar, dan berusaha mempertahankannya.

“Akhir-akhir ini banyak problematika yang mengusik Pancasila sebagai ideologi bangsa, Faham komunisme, kelompok radikal kanan banyak bermunculan di seluruh wilayah NKRI. Seperti narkoba dan faham lainnya yang tidak seiring dengan ideologi Pancasila, akan sangat membahayakan bagi generasi penerus bangsa dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Sebagai generasi penerus bangsa, diharapkan kita mampu untuk mempertahankan ideologi Pancasila dan menurunkan pengamalan nilai-nilai Pancasila itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Bekali generasi muda, anak-anak kita dengan perilaku dan karekteristik Pancasila. Berikan pengertian dan pemahaman tentang makna dan arti yang terkandung didalamnya, agar NKRI tetap berdiri kokoh dibawah falsafah Pancasila,” pungkas Waka Bintal Dam V/Brawijaya Letkol Inf Wisnu Wardhana.(redaksi)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here