Home Kabar Program Inovasi Desa Toren Air Bersih, Dari Musibah menjadi Berkah

Program Inovasi Desa Toren Air Bersih, Dari Musibah menjadi Berkah

206
0
Salah satu Toren air bersih yang ada di Desa Campurejo

BOJONEGORO – Bertahun – tahun warga Desa Campurejo Kec/Kab. Bojonegoro mengalami kesulitan air bersih di setiap musim kemarau, sehingga harus menunggu suplai bantuan air yang dikirim oleh berbagai pihak. ” Dahulu warga Campurejo, mengandalkan kebutuhan air bersih dari suplai dan bantuan dari operator perusahaan Migas setempat, ” kata seorang warga.

Akhirnya Pemerintah Desa bersama masyarakat Campurejo memutuskan untuk membuat beberapa sumber mata air bersih sebagai langkah antisipatif saat menghadapi musim kemarau.

Dalam setiap tahun saat memasuki musim kemarau, hampir sebagian besar warga Desa Campurejo merasakan kesulitan terkait dengan kebutuhan air bersih, setiap pagi harus menyiapkan tempat air (drum, gentong, bak, dan lainnya) di depan rumah dan menunggu suplai bantuan air bersih dari Migas, kata Priyono warga RT 23/02 Dusun Plosolanang Desa Campurejo kepada awak media ini.

Senin 08/10/19 pagi, Kepala Desa Campurejo Edi Sampurno S.Sos, menyampaikan setiap musim kemarau tiba di Campureji selalu identik dengan kekeringan, sebagian besar warga kesulitan memperoleh air bersih, sehingga Penerintah Desa bersama masyarakat memutuskan sebagai bencana darurat kekeringan/air bersih. ” Melalui program inovasi yang dikembangkan oleh Pemdes, dilakukan pembangunan sumur bawah tanah untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga, ” katanya.

Program pembangunan Toren ini, guna mencukupi kebutuhan air bersih dengan mencari lokasi sesuai wilayah yang benar benar terjadi kekeringan. Sumur bor dengan kedalaman yang memadai dan airnya pun juga dilakukan uji laboratorium, sehingga menghasilkan air yang bersih dan layak untuk dimanfaatkan, tutur Kades.

Masih menurut Edi Sampurno, terkait dengan anggaran pembangunan dan pembuatan Toren air bersih itu sendiri, ddi dalam Undang undang nomor 6, dimana Desa diberi kewewenangan untuk mengatur rumah tangganya, sehingga Pemdes merancang anggaran baik dana transfer dalam hal ini Dana Desa, Alokasi Dana Desa maupun sumber dana dari pihak ketiga yang selanjutnya direncakan melalui musyawarah. ” Memprioritaskan anggaran untuk menentukan lokasi sumur atau sumber air bersih untuk menanggulangi wilayah yang terjadi kekeringan, ” ucapnya.

Melalui pantauan media ini, setelah pembangunan Toren air bersih yang berada disejumlah titik, saat ini Pemdes Campurejo telah berhasil membangun sekira 22 Toren air bersih. Dikarenakan juga membutuhkan pemeliharaan, maka Toren tersebut dikelola oleh Himpunan Pengelola Air Bersih (HIPAB) yang dibentuk dimasing-masing lokasi, dan untuk besaran tarif diputuskan melalui musyawarah di Desa.

Di akhir, Kepala Desa Campurejo menyampaikan salah satu penggunaan Dana Desa yaitu pemanfaatan untuk inovasi Desa, dirinya berharap masyarakat untuk terus bersama meraih kebaikan mendukung program program yang bermanfaat. Musim kemarau yang dahulu menjadi bencana kekeringan sekarang justru menjadi tumbuh kembangnya ekonomi mikro di wilayah masyarakat, pungkasnya. (redaksi)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here