Home Kabar Poktan Sumber Makmur II Desa Campurejo Gelar Musyawarah Tanam Padi

Poktan Sumber Makmur II Desa Campurejo Gelar Musyawarah Tanam Padi

374
0
Foto : M. Ali Syafi'i

wiraswara.com (Kabar Petani) – Rembug tani dan diskusi awal musim tanam digelar oleh kelompok tani (poktan) sumber makmur II Desa Campurejo kec/kab. Bojonegoro, dengan harapan mengantisipasi kegagalan tanam, memaksimalkan pembagian air serta mensukseskan gerakan tanam padi wilayah pertanian timur.

Di halaman mushola Ma’unatur Ridho RT 18 RW 02 Dusun Plosolanang Desa Campurejo, ketua kelompok tani (poktan) Sumber Makmur II Sukarno dalam sambutannya menyampaikan memasuki masa tanam awal dan untuk mengatasi keluhan para petani yang belum bisa tanam hingga saat ini, oleh sebab itu diadakan rembug tani pada Jumat (15/09/17) malam.

Sukarno juga mengatakan musyawarah antar anggota petani saat ini digelar guna memikirkan bagaimana solusi terkait dengan petani yang memiliki lahan pertanian disebelah timur (Dusun Plosolanang), lalu terkait pengoperasian sumur, harapannya agar ketersediaan air dan pupuk bagi petani dapat tercukupi, katanya.

Kepala Desa Campurejo Edi Sampurno S.Sos dalam kesempatan itu menyambut baik pertemuan yang diselemggarakan oleh poktan sumber makmur II, dengan demikian semua bisa teruai satu per satu masalah apa yang dialami oleh petani khususnya di Campurejo, ia menjelaskan harus fokus dan sepakat kapan waktu memulai tebar benih padi agar jangkauan air tidak terlalu berat saat diarahkan ke satu lokasi yang mendukung untuk pembenihan.

Edi Sampurno menambahkan perlu diketahui bahwa pertanian di wilayah Campurejo ini menggunakan sistem pengairan teknis dengan jaringan irigasi yang memadai pengairan dari bengawan dan sumur bawah tanah yang dibantu oleh JOB PPEJ, selama ini sudah ada rencana dengan HIPPA agar petani sumber makmur II terjangkau dalam urusan air, sebab selama ini sumber air dari nengawan solo merupakan andalan untuk pengairan petani, imbuhnya.

Masih menurut Kades Edi Sampurno segera merencanakan strategi debet air dari bengawan solo agar maksimal, serta menyerahkan sepenuhnya kepada warga untuk mengelola sumur bawah tanah pastinya dengan konsep yang baik agar sumber air bisa mengairi sawah dengan maksimal, serta meminta bantuan kepada petani sumber makmur II untuk membantu pihak pendes dalam pengelolaan pembagian pengairan, tegas Edi.

Ketua HIPPA Solikin yang hadir dalam musyawarah memberikan penjelasan bahwa telah memiliki rencana agar tetap menyelesaikan pengairan wilayah barat sebelum melangkah ke wilayah timur, jika mengandalkan sumber air dari bengawan solo sedangkan saat ini kondisi air bengawan mulai mengering dalam waktu dekat akan segera membuat kedukan untuk memaksimalkan pemerataan pengairan petani.(redaksi)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here