Home Kabar Pemilik Mesin Penyedot Pasir di Sidangkan

Pemilik Mesin Penyedot Pasir di Sidangkan

443
0
Foto : Istimewa

WIRASWARA (Peristiwa) – Kepolisian Resor (polres) Bojonegoro, Jawa Timur, kembali mengajukan kasus tindak pidana ringan (tipiring) mengenai penambangan pasir secara ilegal ke Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, Jawa Timur. Hari Senin (14/08/17), sidang yang dipimpin oleh Hakim Nurjamal SH, dengan terdakwa KO bin KI (49) warga Dusun Gempol RT 03 RW 01 Desa Margomulyo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati Propinsi Jawa Tengah.

Dari fakta persidangan didapati hasil bahwa tersangka KO bin KI (49) telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana mengangkut hasil pertambangan yang dilakukan tidak pada tempat penimbunan dan menggunakan bantaran sungai sebagai sarana jalan, hal itu sesuai dengan yang tercantum dalam pasal 16 ayat (1)(2)(3) Jo pasal 20 (1) Perda Provinsi Jatim No. 1 tahun 2005 tentang pengendalian Usaha pertambangan Bahan Galian C pada wilayah sungai di Provinsi Jawa Timur.

” Atas kejadian tersebut, Hakim menjatuhkan vonis pidana terhadap terdakwa dengan pidana denda Rp. 1.000.000,- dengan ketentuan apabila tidak dibayar harus diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan penjara “, ucap Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro, SH., SIK., M.Si.

Kepada terdakwa Hakim juga memutuskan bahwa seluruh barang bukti yang telah disita oleh anggota sebelumnya dari tangan terdakwa dikembalikan kepada terdakwa serta terdakwa dikenakan mengganti beban biaya persidangan sebesar Rp 2.000,-

Seperti dikabarkan sebelumnya, di bantaran sungai bengawan solo turut desa Cengungklung kecamatan Gayam, Sat Sabhara Polres Bojonegoro melakukan Operasi penambangan pasir Ilegal yang masih menggunakan mesin mekanik penyedot pasir. Dari lokasi, petugas mendapati adanya 4 Ponton Jab alat penyedot pasir yang sedang tidak beraktifitas dan tidak ada pemiliknya dan kemudian dilakukan pemusnahan dengan cara di bakar dan ditenggelamkan.

Kapolres kembali menegaskan bahwasannya perbuatan penambangan pasir dengan peralatan mekanik tersebut dinyatakan ilegal karena dapat merusak lingkungan serta ekosistem alam disekitar bantaran sungai bengawan solo. Selain itu juga, kegiatan penambangan tersebut dapat mengakibatkan bencana longsor akibat adanya pengikisan dipinggiran sungai bangawan solo akibat aktivitas penyedotan pasir.

“Kami akan tetap tegas menindak penambangan pasir yang menggunakan peralatan mekanik. Namun, yang tidak menggunakan mekanikpun tetap harus mengantongi ijin”, tegas Kapolres.(wiraswara/redaksi)

Sumber kabar : Humas Polres Bojonegoro.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here