Home Kabar Opini (Catatan awal) Melapangkan Jalan Pembangunan Indonesia: Meleluasakan Orang Baik Memajukan Bangsanya

(Catatan awal) Melapangkan Jalan Pembangunan Indonesia: Meleluasakan Orang Baik Memajukan Bangsanya

889
0
Dr. H Suyoto M.si

Melapangkan Jalan Pembangunan Indonesia: meleluasakan Orang baik memajukan bangsanya

Catatan awal: Kang Yoto

1. NEGARA ini didirikan agar seluruh warganya cerdas, sejahtera dan bahagia, terlindungi segala bahaya yang mengancam diri, tumpah darah dan kehormatannya.

2. Pemerintahan dibuat untuk menjalankan fungsi negara. Untuk inilah dipilih secara demokratis pemimpin eksekutif dan legislatif. Direkrut aparatur sipil, penegak hukum dan aparatur militer. Pilihan terhadap demokrasi bukan hanya menjadi mekanisme suksesi damai, namun sekaligus menjadi ruang publik menentukan prioritas terbaik yang akan ditempuh bangsa negara dalam kurun 5 tahun. Demokrasi juga mengandung tekad bahwa masalah rakyat dan penciptaan solusinya adalah fokus kerja para pemimpin politik. People problem problem is goverment problem, bukan politicien and beurocratic problem are goverment problem.

3. Pemberian mandat kepada orang orang terpilih untuk memimpin didasarkan pada kesadaran bahwa pilihan prioritas keputusan dan kebijakan harus diambil oleh bangsa agar kemajuan dan kesejahteraan berkelanjutan dan kedaulatan serta kehormatan bangsa terjaga. Pemberian mandat ini juga menegaskan adanya keterbatasan sumberdaya, bukan keberlimpahan dan karenanya tidak semua keputusan memuaskan setiap warga negara. Namun demokrasi memberi mekanisme partisipasi, check and balance agar para pemimpin terjaga dalam niat baiknya.

4. Untuk mengendalikan penumpang gelap baik yang disengaja maupun tidak atas kebijakan publik maka dibuatlah Tata kelola adimistrasi pemerintahan. Lewat Tata kelola (governance) inilah Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai manusia dapat dijaga dari godaan politisasi dan nafsu menguntungkan diri sendiri. Jadi pada dasarnya merupakan alat untuk memastikan agar kemanfaatan publik terwujud, kesia-siaan sumberdaya dapat diminimalkan dan moral hazat dapat dibatasi.

5. Tuntutan dan keinginan untuk menyempurnakan tata kelola terus berlanjut dari masa ke masa. Sehingga ibarat jalan saat ini tata kelola itu bukanlah jalan lapang, melainkan jalan berliku liku, ruwet, penuh rambu samar samar. Sehingga bukan hanya menyulitkan bagi orang jahat untuk melaluinya, orang orang baik, baik dari kalangan politisi dan ASN bisa kehabisan nafas sebelum kemanfaatan publik terwujud. Alih alih mengurus urusan publik, ASN dan politisi di Daerah dan pedesaan harus menghabiskan energi berlebih sekedar untuk memahami rambu rambu yang harus dilalui. Akibatnya secara umum pemerintah tidak dapat optimal bekerja tepat, cepat dan bermanfaat untuk rakyat.

6. Berikut beberapa kasus umum yang terjadi:
– program dan kegiatan tidak dapat terdilever secara tepat waktu
– out put yang dihasilkan dari kegiatan sudah tidak lagi menjadi solusi yang diharapkan rakyat.
– problem sosial ekonomi yang mendadak muncul tidak serta merta dapat dimasukkan dalam program dan kegiatan pemerintah
– Beberapa oknum ASN memilih pasif asal selamat dari pada melakukan kesalahan administratif dapat dipidanakan
– Tidak mudah bagi ASN dan politisi daerah untuk memahami dan menyingkronkan sejumlah UU, peraturan, SK atau edaran
dan silahkan ditambahkan sendiri……..

7. Mengapa kasus umum ini terjadi: pertama karena adanya kontradiksi atau kurangnya harmonis antara beberapa produk aturan (lihat temuan Legal Smart Engine databoot). Kedua, aturan baru muncul namun aturan lama masih berlaku atau dianggap berlaku. Ketiga, dan inilah yang menjadi induk masalah: kesalahan logika umum yang menempatkan strategi pembangunan dibawah governance. Ibarat membuat baju, bentuk tubuh harus menyesuaikan dengan pola baju dan bukan sebaliknya. Sehingga berlaku pemahaman umum dalam sosial: apa yang tidak diperintahkan tidak dibenarkan dilakukan.

8. So whats next? Dalam kapasitas dan peran kita masing masing apa yang dapat kita lakukan?

Penulis: Dr. H Suyoto M.si

Editor: DeBe wiraswara

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here