Home Kabar Kabar Daerah K-noman, Wisata Kuliner Desa Campurejo Dari Dana Desa Hasilkan Pendapatan Asli Desa

K-noman, Wisata Kuliner Desa Campurejo Dari Dana Desa Hasilkan Pendapatan Asli Desa

645
0

Usaha kuliner pada zaman sekarang memang begitu menggiurkan bagi para pelaku bisnis yang memiliki jiwa pengusaha di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Dalam kurin beberapa tahun terakhir banyak bermunculan rumah makan yang didirikan meskipun kabupaten Bojonegoro ini tergolong kecil. Para pendiri rumah makan pun berlomba – lomba untuk mendesain atau mengkonsep rumah makannya dengan sedemikian rupa, agar dapat menarik perhatian masyarakat untuk datang berkunjung. Untuk jenis menu baik
Makanan dan minuman yang ditawarkan pun bermacam – macam, yang paling penting adalah berani bersaing harga agar semakin diminati oleh pengunjung. Bahkan fasilitas mulai dari ramah anak hingga parkir kendaraan juga menjadi keutamaan dalam memberikan pelayanan kepada para konsumen.

Melihat kondisi seperti itu, Desa Campurejo tidak mensia-siakan kesempatan untuk turut andil bersaing meramaikan usaha di bidang kuliner. Ya, dengan tujuan menjadi desa yang mandiri, desa yang berada di tengah kota ini mencoba berinovasi dengan mendirikan sebuah rumah makan di atas tanah kas desa yang juga akan dikembangkan menjadi tempat wisata kuliner dan taman edukasi.

Namanya ” Warung K-noman “, dari namanya saja mungkin orang banyak yang bertanya-tanya apa maksud dari pemberian nama tersebut. Menurut Kepala Desa Campurejo Edi Sampurno yang merupakan inisiator berdirinya rumah makan tersebut menceritakan nama tersebut terlintas saja di pikirannya. ” Ya, tiba – tiba saja terlintas gitu Mas, sepertinya kok cocok dan bagus “, sembari tersenyum saat bercerita kepada kami.

Lebih dalam lagi pria yang akrab disapa Edi tersebut bercerita, ternyata nama tersebut merupakan singkatan dari ” Kanggo Nongkrong Cah Nom-nom -an ” atau kalau dalam bahasa Indonesia ” Tempat Nongkrong Anak-anak Muda ” yang memang sesuai gagasan awalnya ialah menyasar ke anak-anak muda. ” Kan sasaran kami itu anak muda awalnya, makanya saya kok cocok dengan nama itu “, lanjut Edi.

Warung K-noman awalnya didirikan dengan menggunakan sharing dana CSR ( Coorporate Social Responsbility ) JOB Pertamina – Petrochina East Java atau JOB P-PPEJ yang kala itu masih menjadi Operator pengeboran minyak area Sukowati Pad A yang berada di wilayah desa Campurejo dengan Dana Desa pada tahun 2016. Sistem pengelolaannya pun ditangani oleh Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES ) Wiraguna agar supaya sesuai tujuan awal untuk menambah pendapatan asli desa (PADesa).

” Pertama kali kami dapat dana CSR itu kami bangun Satu unit bangunan joglo di tengah itu mas, lalu untuk perabotnya kami support dari dana desa “, sambung Edi menceritakan awal mendirikan rumah makan tersebut. Tempat yang didesain dengan taman edukasi itu pun dilengkapi dengan Rumah Baca, agar budaya membaca tetap ada di kalangan pemuda jaman sekarang.

Diatas tanah kas Desa Campurejo sekira 2 hektar, dengan satu unit rumah joglo dan perabot dapur tersebut, pada awal tahun 2017 Edi memberanikan diri untuk membuka rumah makan tersebut, tentunya dengan fasilitas yang sangat minim. ” Kalau mikir rugi, pasti gak bakalan berani mas “, tuturnya dengan penuh semangat melanjutkan ceritanya.

Dari perekrutan karyawan warung K-Noman juga tergolong unik, kepada BUMDesa, Edi Sampurno berpesan agar merekrut pemuda dari desa Campurejo yang berkekurangan biaya melanjutkan pendidikan di bangku kuliah agar dari penghasilannya bisa sedikit membantu meringankan biaya pendidikan. ” Yang paling penting harus memberikan manfaat ya, kita ajak berkarya para pemuda yang memang berkeinginan sekali untuk melanjutkan kuliah, kan kita membantu mereka bisa mencari ilmu itu adalah sesuatu yang sangat berharga “, pesannya.

Menginjak satu tahun berdirinya warung tersebut, Edi menceritakan banyak sekali saran atau bahkan justru kritikan dari konsumen yang berkunjung. Namun, pria yang juga memiliki hobi kuliner tersebut yakin semakin banyak kritikan maka akan semakin terpacu motivasi untuk membuktikan kalau rumah makan yang ia dirikan juga mampu bersaing dengan rumah makan yang ada di Bojonegoro dan tentunya melalui semangat dan kerjasama pemerintah desa serta seluruh warga Campurejo, ungkap dia.

Di tempat yang sama, Bendahara Bumdes Moh Yasin yang duduk bersebelahan dengan Edi menambahkan sangat tertantang untuk mengembangkan rumah makan tersebut. ” Pak Kades ( Kepala Desa ) aja semangat mas, apalagi BUMDesa, mestinya harus lebih bersemangat ” tambahnya dengan senyum lebar sembari melanjutkan ceritanya.
Disaat support pendanaan yang masih bergantung dari csr dan dana desa beserta penghasilan yang didapatkan dalam satu tahun belum maksimal, K-Noman sudah mampu memberikan kontribusi pendapatan asli desa sebesar 15 juta rupiah atau rata – rata sebesar 500 ribu pendapatan per harinya. ” Meskipun belum maksimal, tapi yang paling penting efek positifnya banyak mas, pemberdayaan juga jalan “, tambah Moh Yasin.

Masih menurut Moh Yasin, begitu banyak komplain dari pelanggan mulai dari pelayanan ataupun fasilitas selama setahun berjalan. ” Ya kalau komplain sangat banyak Mas, pasti kita evaluasi lagi untuk kedepannya “, keluhnya. Evaluasi demi evaluasi dilakukan hingga di awal tahun 2018, Kepala Desa bersama BUMDesa melakukan perombakan manajemen pengelolaan yang akhirnya mempercayakan kepada Karang Taruna ” Nusa Bhakti ” Desa Campurejo dengan keterlibatan unsur perempuan yang diambil dari PKK.

” Mereka kami beri tugas untuk membenahi pengelolaannya, keuangan, dan lebih menggenjot lagi promosinya agar tidak bergantung lagi dari dana desa “, tutur pria yang berkelahiran asli di dukuh Plosolanang tersebut sambil mengarahkan pembicaraannya kepada Ali Safi’i selaku ketua Karang Taruna sekaligus pengelola K-noman. Menurut Ali Safi’i, awalnya ia merasakan begitu kesulitan menjalankan tugas tersebut karena dari segi karyawan sangat minim yaitu hanya sebanyak enam orang. Akan tetapi, ia optimistis bahwa rumah makan tersebut akan berani bersaing dengan rumah makan yang dikelola secara profesional.

Dengan berbagai cara, manajemen yang baru ditugaskan memberikan berbagai bentuk inovasi – inovasi dalam segi fasilitas ataupun pelayanannya. Mulai dari memberanikan diri untuk menambah jumlah karyawan, mendirikan spot selfie, dan menampung berbagai acara ataupun kegiatan komunitas – komunitas yang ada di Bojonegoro. ” Prinsip kami, kami ingin memberi wadah bagi para pemuda untuk menampilkan kreatifitasnya, jadi silahkan kalau mau bikin acara disini, yang terpenting kegiatannya positif “, ujarnya.

Lanjut cerita Ali Safi’i, rata-rata konsumen yang datang yakni dari kalangan pemuda, namun meskipun begitu tidak sedikit juga dari kalangan orangtua yang datang berkunjung bersama keluarga, kumpul dan reuni bersama teman temannya. Setiap dua minggu satu kali juga disuguhkan hiburan yaitu musik akustik dari komunitas yang memang ingin menampilkan kreatifitasnya guna melengkapi keceriaan dan kebahagiaan para pengunjung diakhir pekan.

Disinggung terkait pendapatan untuk setiap harinya, pemuda yang baru mengakhiri masa lajangnya ini hanya tersenyum sambil berkata ” Alhamdulillah, yang terpenting bagi kami yaitu dapat memberikan pelayanan dengan baik kepada siapapun, untuk hasil yang namanya usaha tentunya sudah pasti ada keuntungan dan yang paling utama bisa buat apresiasi teman – teman yang sudah turut berkarya “, pungkasnya, karena memang menurutnya untuk pelaporan administrasinya baru akan dilakukan di akhir tahun ini.

Warung K-noman merupakan usaha wisata kuliner yang didirikan oleh Pemerintah Desa Campurejo yang bernaung di dalam Badan Usaha Milik Desa sejak tahun 2016. Bertempat di sebelah selatan Balai Desa Campurejo kecamatan Bojonegoro atau di Timur Stadion Letjend. H. Sudirman Bojonegoro, tepatnya di Jalan Lisman Nomor 40 Desa Campurejo. Bagi anda yang ingin mencarau suasana pertanian di tengah kota, sekedar ngopi-ngopi, bikin acara komunitas ataupun keluarga, Warung K-noman merupakan pilihan tepat bagi anda.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here