Home Kabar Di Campurejo Bojonegoro Terjadi Kekosongan Jabatan Kades

Di Campurejo Bojonegoro Terjadi Kekosongan Jabatan Kades

100
0
Ilustrasi

BOJONEGORO, wiraswara – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak periode kedua di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, kemarin Sabtu 10 Agustus 2019 masuk pada tahap penetapan dan pengangkatan Calon Kepala desa terpilih menjadi Kepala Desa. Namun hingga berita ini ditulis belum ada kejelasan terkait dengan kekosongan jabatan Kades di Desa Campurejo.

Pada tanggal 26 Juni 2019 lalu ada 154 desa yang mengikuti Pilkades serentak, semuanya dikarenakan masa jabatan Kades telah berakhir. Sejak diundangkan Peraturan bupati (Perbup) tentang Pemilihan kepala desa serentak, pada awal tahun ini, selanjutnya secara estafet dilakukan musyawarah desa dalam rangka pembentukan panitia, guna menjalankan tahapan Pilkades serentak yang telah dijadwalkan oleh tim Kabupaten.

Sesuai dengan data yang ada, tahap awal Pilkades serentak yakni pembentukan Panitia pada tanggal 4 Maret 2019. Setelah Panitia Pilkades ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan mulai dari penyusunan rencana biaya dan tata tertib, hingga tahap pemungutan dan perhitungan suara dalam Pilkades. Selanjutnya tanggal 27 Juni sampai dengan 1 Juli 2019 adalah tahap penetapan dan penyampaian calon Kades terpilih kepada BPD, dan pada tanggal 2 Juli sampai 10 Juli 2019 BPD menyampaikan usulan pengesahan calon Kades terpilih kepada Bupati melalui Camat, dan tanggal 11 Juli sampai 10 Agustus 2019 sesuai dengan jadwal dari Kabupaten dan telah dijalankan oleh Panitia yaitu tahap penetapan pengesahan dan pengangkatan calon Kepala desa terpilih menjadi Kepala Desa.

Salah satu desa yang mengikuti Pilkades serentak periode kedua yaitu Desa Campurejo Kec/Kab. Bojonegoro. Dimana sesuai dengan SK bupati jabatan Kades Campurejo berakhir pada tanggal 29 Juli 2019. Namun hingga tahap penetapan pengesahan dan pengangkatan calon Kades terpilih menjadi Kepala Desa tanggal 10 Agustus 2019, di Desa Campurejo belum ada kepastian.

Kepala urusan pemerintahan Desa Campurejo sekaligus Plt Sekdes Sunoto menyampaikan beberapa waktu lalu bahwa pada hari Rabu 7/8 sore telah diajak koordinasi dengan pihak Kecamatan. Dirinya bersama ketua BPD Nurhasim berkoordinasi dengan Budi Sukisna sebagai Plh. Camat Kota Bojonegoro, sebab M Farid Naqib saat ini sedang menjalankan ibadah haji, katanya.

Sunoto mengatakan di Desa Campurejo terjadi kekosongan jabatan Kepala desa sejak tanggal 29 Juli lalu, bahkan sejak 1 Mei lalu jabatan Sekdes yang sudah berstatus ASN di desanya telah ditarik oleh Pemkab. Sehingga kekosongan jabatan di Pemdes Campurejo sangat mempengaruhi beberapa pelayanan, ucapnya.

Pria yang akrab dengan panggilan Jogoboyo itu menjelaskan, saat dirinya bersama ketua BPD menemui Plh. Camat Kota Bojonegoro, dirinya diberi penjelasan sebenarnya terkait dengan kekosongan jabatan Kades di Desa Campurejo adalah wewenang Camat untuk menunjuk Pejabat (Pj) Kades maupun pelaksana tugas (Plt), namun karena Camat saat ini sedang beribadah haji maka Budi Sukisna (Kabag. Pemerintahan) yang sekaligus sebagai Pelaksana harian (Plh) Camat Kota Bojonegoro tidak bisa berbuat banyak. Sehingga berencana mengirimkan surat kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro dan ditembuskan ke bupati Bojonegoro, tutur Sunoto.

” Menurut penjelasan Plh. Camat Kota Bojonegoro, pada hari Kamis 8/8 akan mengirimkan surat ke DPMD Kabupaten Bojonegoro yang ditembuskan ke bupati, terkait dengan kekosongan jabatan yang ada di Desa Campurejo, ” ucapnya.

Saat awak media ini mengkonfirmasi Plh. Camat Kota Bojonegoro Budi Sukisna melaui sambungan telepon selulernya tidak mendapat tanggapan. Selanjutnya pada hari Jum’at 9/8 pagi, awak media menemui Edi Sampurno sebagai Kades terpilih mempertanyakan kejelasan kepada Kasi Pemerintahan Kecamatan Kota Bojonegoro, Subandi menyampaikan Plh. Camat belum mengirimkan surat yang direncanakan dikirim.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here