Home UMKM Biji Kelor (MORINGA) Pak Ugik Memiliki Bermacam Khasiat

Biji Kelor (MORINGA) Pak Ugik Memiliki Bermacam Khasiat

829
0
Sugiarto bersama Cabup terpilih Anna Muawanah saat memamerkan kemasan Biji kelor, Foto : Dok.wiraswara

BIJI KELOR bukan sebuah ramuan atau jamu, namun biji dari tanaman yang banyak tumbuh didataran sekitar kita ini memiliki bermacam-macam khasiat dan kegunaan dalam menjaga kesehatan manusia. Obat alami (Herbal) yang kaya akan vitamin kekebalan tubuh ini dipercaya oleh banyak orang dalam mencegah dan menjaga stamina tubuh. Bahkan tidak sedikit dari para penderita pelbagai penyakit yang telah mengkonsumsi biji kelor tersebut mengatakan khasiat yang cukup luar biasa.

Biji kelor atau dengan sebutan Klenthang orang Bojonegoro sering menyebutnya begitu, biasanya digunakan sebagai sayur untuk menu makanan setiap harinya, bagi sebagian besar warga masyarakat Bojonegoro bicara kelor atau Klenthang mungkin sudah tidak asing lagi, sebab hampir semua orang sudah pernah merasakan sayur asem klenthang. Namun untuk biji kelor yang menjadi obat alami masih banyak yang kurang familiar.

Sejak biji kelor dipasaran mulai ramai dan menjadi pembahasan banyak orang, selebihnya banyak yang berkomentar ternyata kelor tidak hanya bisa melepaskan Susuk (baca : sesuatu yang dimasukan ke tubuh manusia) namun biji kelor dapat memberikan khasiat luae biasa terhadap tubuh manusia, diantaranya mencegah penyakit, menjaga stamina tubuh dan menyembuhkan penyakit penyakit yang diderita oleh manusia.

Biji kelor adalah pruduk Sang Maha Kuasa, biji kelor yang dipasarkan masih alami belum diekstrak maupun diolah oleh pabrik, jadi apapun alasannya biji kelor alami dan mampu memberikan manfaat serta khasiat kepada kehidupan yang ada didunia ini.

Sejauh ini menurut data yang diperoleh biji kelor yang sudah marak dipasarkan dan dikonsumsi di kawasan Bojonegoro diperoleh dari Pulau Nusa Tenggara Timur (NTT) bahkan keterangan dari penjual biji kelor Sugiarto (49) warga asal Desa Tikusan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro dirinya mengaku mendapatkan biji kelor dari sahabatnya yang ada di Kabupaten Tuban, dan sesuai penjelasan dari Sugiarto bahwa sahabatnya sudah berbisnis biji kelor ini selama tujuh tahun dan pasarnya ke negara Korea, untuk setiap satu pekan mampu mengirinkan biji kelor ke Korea sebanyak 10 ton.

Berawal dari kesuksesan dan keberhasilan sahabatnya yang berada di Kabupaten Tuban tersebut, Sugiarto sudah lima bulan ini juga telah mampu menjual biji kelor setiap bulannya menghabiskan sekira 200 kilogram dan menariknya oleh Sugiarto biji kelor dijual dalam bentuk kemasan toples kecil dengan berbagai ukuran dan kemampuan konsumen.

Kemampuan Sugiarto melakukan penjualan biji kelor di kawasan Bojonegoro patut mendapatkan apeesiasi dari rekan rekannya, pasalnya jauh sebelum dirinya menjual biji kelor dengan harga dan ukuran toples yang bervariasi, Sugiarto telah melakukan uji coba atau memberikn secara cuma-cuma ke sejumlah rekan sahabat dan orang yang membutuhkan mulai dari warung kopi hingga orang-orang yang menderita penyakit.

Dimanapun dan kapanpun saat ini apabila ketemu dengan Sugiarto pasti selalu membawa biji kelor yang sudah dikemas, dirinya pun tak segan-segan mendatangi dan memberikan secara cuma-cuma orang yang sakit untuk mencoba khasiat biji kelor yang dijualnya.

Sugiarto hanya berharap khususnya kepada Tuhan Sang Maha Pencita bahwa apa yang dilakukannya ini dapat membawa barokah kepada keluarga dan bermanfaat bagi sesama untuk tetap sehat dan dapat menikmati indahnya kebahagiaan dunia hingga di akhirat kelak.

Selasa 10 Juli 2018

Penulis : Redaksi wiraswara.com

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here